Tasbih Alam Semesta, Menakjubkan!
Subhanallah (Maha Suci Allah) atau kalimat tasbih dalam
buku Pesona Jendela Rahasiadisebutkan memiliki dua fungsi:
1.
Mengagungkan
Allah
Mengagungkan Allah atas sifat-sifatNya yang luar biasa (Maha Pengasih, Maha Kuasa, Maha Raja, Maha Bijak, Maha Cerdas dll). Karena itulah, jika kita melihat hal-hal yang luar biasa, mengagumkan, maka kita ucapkan kalimat tasbih
Mengagungkan Allah atas sifat-sifatNya yang luar biasa (Maha Pengasih, Maha Kuasa, Maha Raja, Maha Bijak, Maha Cerdas dll). Karena itulah, jika kita melihat hal-hal yang luar biasa, mengagumkan, maka kita ucapkan kalimat tasbih
2.
Mentauhidkan
Allah
Masalah tauhid dibahas lebih gamblang dalam artikel
tentang makna syahadat tauhid – baca! Karena itulah jika kita melihat
kemusyrikan, juga kita ucapkan kalimat tasbih.
Ringkasnya, kalimat tasbih adalah kalimat untuk
mengagungkan Allah dan mentauhidkanNya
Kalimat tasbih dan shalat
Coba kita lihat beberapa perintah shalat di bawah ini:
“Bersihkanlah rumah-Ku
untuk orang-orang yang thawaf, itikaf, yang ruku dan sujud” (Al Baqarah 125)
“Rukulah beserta
orang-orang yang ruku” (Al Baqarah:283)
“Perbanyaklah sujud,
karena setiap kali kamu bersujud kepada Allah, maka Allah mengangkat satu
derajat untukmu, dan dengan sujud tersebut dihapus satu dosamu.” (HR Muslim)
Shalat dalam Al Quran dan Hadits banyak
menggunakan istilah ruku dan sujud. Mengapa tidak menggunakan takbir, itidal
atau tahyat? Ternyata rahasianya adalah karena pada ruku dan sujud keduanya
membaca kalimat tasbih!
Rahasia ini sebenarnya telah dibeberkan Allah dalam QS
Al Hijr 98:
“Maka bertasbihlah dengan
memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud”
Mengapa kalimat tasbih dianggap
mewakili shalat? Mengapa bukan takbir? Bukankah takbir banyak dibaca dalam
shalat? Jawabnya adalah, karena kalimat tasbih adalah untuk mengagungkan Allah
dan mentauhidkanNya. Shalat, pada prinsipnya juga untuk mengagungkan Allah
(salah satunya dengan takbir), dan mentauhidkan Allah pada saat duduk tasyahud.
Mudeng?
Burung pun shalat,
mengapa sampeyan tidak?
Demikianlah, bahwa tasbih dan shalat memiliki kesamaan prinsip. Keduanya sama-sama untuk mengagungkan Sang Maha Besar dan mentauhidkanNya. Karena itu, perintah shalat kadang menggunakan istilah ruku, sujud dan tasbih.
Demikianlah, bahwa tasbih dan shalat memiliki kesamaan prinsip. Keduanya sama-sama untuk mengagungkan Sang Maha Besar dan mentauhidkanNya. Karena itu, perintah shalat kadang menggunakan istilah ruku, sujud dan tasbih.
Jika manusia shalat dengan cara ruku dan sujud,
maka cara shalat burung dengan mengembangkan sayapnya.
“kepada-Nya bertasbih
apa yang di langit dan di bumi dan burung dengan mengembangkan sayapnya.
Masing-masing telah mengetahui cara shalat dan tasbihnya” (An Nur 41).
Jadi, burung pun ternyata shalat! Kalau sampeyan
tidak, ter… la.. lu!
Dan ternyata…
Seluruh isi jagad raya pun melakukan shalat (bertasbih)! Ini buktinya:
Seluruh isi jagad raya pun melakukan shalat (bertasbih)! Ini buktinya:
“Langit yang tujuh,
bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada
suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti
tasbih mereka. (Al Isra 44)
Subhanallah…
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar